DOMBA
AYAT :
رُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ
QS. Al An’am, 143 : (yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?" Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar,
وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ
QS. Al An’am, 146 : Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.
KISAH :
1. Rasulullah dan Pemilik Domba yang Penuh Berkah
Kisah ini datang dari salah satu shahabiyah (sahabat perempuan Rasulullah) yang bernama Ummu Ma'bad Al-Khuza'iyyah. Muslimah yang bernama ‘Atikah binti Khalid bin Munqidz dan dikenal dengan Ummu Ma'bad ini merupakan salah satu di antara orang-orang yang namanya terkait erat dengan peristiwa besar hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.
Tentang Ummu Ma'bad memang tidak banyak orang yang mengenalnya di masa jahiliyah , karena ia bukan seorang tokoh yang terkenal. Ia hanya seorang perempuan yang tinggal di pedalaman padang pasir yang serba sederhana. Ia hanya dikenal oleh lingkungan kemah dan sanak keluarga yang ada di sekitarnya saja. Akan tetapi, pada masa-masa awal Islam, Ummu Ma'bad menjadi perempuan yang cukup populer karena Nabi Muhammad pernah menjadi tamunya ketika sedang dalam perjalanan hijrah yang penuh berkah ke kota Madinah.
Ummu Ma'bad sendiri adalah saudara perempuan dari Khunais bin Khalid Al-Khuza’i Al-Ka’bi, seorang sahabat Rasulullah yang cukup terkemuka. Khunais adalah seorang kesatria gagah berani yang terlibat dalam proses pembebasan kota Makkah. Saat itu, ia tergabung dengan rombongan pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Al-Walid dan terbunuh pada hari itu juga sebagai syahid, semoga Allah meridhainya.
Dalam perjalanan hijrah, Rasulullah lewat di dekat kemah Ummu Ma’bad Al-Khuza’iyyah, seorang perempuan yang tegar dan cukup terkenal di kawasan pedalaman. Ia suka berdiri di halaman kemah dan selalu bersedia memberi makan dan minum kepada siapa saja yang lewat di depannya. Ketika Nabi SAW dan Abu Bakar ra. sampai di situ, mereka bertanya, “Apakah engkau memiliki makanan atau minuman?” Ummu Ma’bad menjawab, “Demi Allah, seandainya kami masih punya sesuatu, maka kami tidak akan segan-segan untuk menjamu kalian. Domba tidak lagi mengeluarkan susu, karena tahun ini sangat kering.”
Rasulullah SAW melihat seekor domba kurus di samping kemah, lalu bertanya, “Wahai Ummu Ma'bad, mengapa domba ini ada di sini!” Ummu Ma'bad menjawab, “Domba ini tidak bisa ikut kawanannya karena tidak sanggup berjalan jauh.” Rasulullah bertanya lagi, “Apakah masih ada susunya?” Ummu Ma'bad menjawab, “Dia tidak mungkin lagi mengeluarkan susu.” Rasulullah berkata, “Apakah engkau mengizinkan aku memerah susunya?” Ummu Ma'bad menjawab, “Tentu. Jika menurutmu domba itu masih bisa diperah, maka lakukanlah.”
Kemudian Rasulullah mendekati domba tersebut dan mengusap susunya sambil membaca basmalah dan berdoa. Tiba-tiba, domba tersebut merenggangkan kedua kakinya dan susunya mengalir dengan deras. Rasulullah minta Ummu Ma’bad mengambilkan wadah besar yang biasa digunakan untuk minum sekeluarga. Lalu, beliau memerah susu domba tersebut hingga wadah menjadi penuh. Beliau menyuruh Ummu Ma’bad agar meminumnya hingga puas lalu disusul oleh sahabat-sahabatnya, sedangkan beliau sendiri meminumnya setelah mereka.
Kemudian beliau memerah lagi susu domba tersebut dalam wadah hingga penuh. Setelah itu, beliau berpamitan kepada Ummu Ma’bad untuk meneruskan perjalanan. Tidak lama kemudian, suami Ummu Ma’bad tiba di kemah sambil menggiring domba-domba yang kurus kering dan berjalan tertatih-tatih karena lemah. Ketika matanya melihat susu dalam wadah, Abu Ma’bad terbelalak. Ia bertanya dengan terheran-heran, “Dari mana engkau mendapatkan susu ini, bukankah domba-domba kita tidak ada di sini? Di kemah juga tidak ada domba yang susunya dapat diperah?”
Ummu Ma’bad menjawab, “Memang benar, demi Allah. Hanya saja, tadi ada orang yang penuh berkah yang lewat di sini. Ia berkata begini dan begini, sedangkan penampilannya begini dan begini.” Abu Ma’had berkata, “Demi Allah, aku yakin dialah orang yang sedang dicari oleh orang-orang Quraisy. Wahai Ummu Ma’bad, coba terangkan ciri-cirinya kepadaku.” Ummu Ma’bad menjelaskan, “Dia sangat tampan, wajahnya memancarkan sinar, perawakannya sempurna, perutnya tidak besar dan kepalanya tidak kecil. Parasnya sangat gagah, bola matanya hitam dan bulu matanya memanjang. Suaranya nyaring, lehernya panjang, matanya sangat jernih, alisnya jelas dan rambut kepalanya sangat hitam. Ketika diam, dia tampak sangat berwibawa dan ketika bicara, tampak sangat menakjubkan.
Jika dilihat dari kejauhan, maka dia tampak bersinar, dan jika dilihat dari dekat, maka dia sangat indah dan menarik. Kata-katanya enak didengar, nadanya serius, tidak terlalu pendiam dan tidak pula banyak bicara yang tidak berguna. Kata-katanya itu seperti butir-butir berlian yang tersusun rapi. Perawakannya sedang tidak terhina karena terlalu pendek dan tidak pula menyusahkan karena terlalu tinggi. Dia ibarat cabang pohon yang diapit oleh dua cabang lainnya, sehingga ia tampak yang paling indah dan paling baik di antara ketiganya. Dia ditemani oleh beberapa sahabat yang selalu menjaganya. Jika dia berbicara, maka mereka akan mendengarkannya dengan seksama. Jika dia menyuruh, maka mereka segera mengerjakannya. Dia benar-benar disegani dan pantas menjadi pemimpin yang disenangi oleh pengikut-pengikutnya. Dia tidak suka cemberut dan tidak suka mengeluh.”
Abu Ma’bad berkata, “Demi Allah, itulah ciri-ciri orang yang sedang dicari orang-orang Quraisy, karena alasan-alasan yang telah mereka terangkan. Sebenarnya, sejak awal aku sudah tertarik dan ingin menjadi pengikutnya dan jika ada kesempatan, maka aku akan melakukannya.”
Bersamaan dengan peristiwa yang terjadi di kemah Ummu Ma’bad ini, di Makkah terdengar desas-desus yang menerangkan kejadian di kemah Ummu Ma’bad. Semua orang mendengarnya, tetapi tidak melihat siapa yang mengatakannya,
Semoga Allah, pemilik ‘Arsy, memberi balasan terbaik.
Kepada dua sahabat yang singgah di kemah Ummu Ma’bad.
Persinggahan dan kepergian mereka membawa kebaikan.
Sungguh bahagia siapa pun yang menjadi teman Muhammad.
Wahai keturunan Qushai sungguh semua tindakan kalian.
Yang telah digagalkan oleh Allah tidak pantas dibalas kemuliaan
Bani Ka’ab tidak perlu gelisah dengan anak perempuan mereka.
Karena kemahnya menjadi tempat singgah orang-orang mukmin.
Tanyalah saudara perempuan kalian tentang domba dan wadahnya.
Karena jika kalian bertanya kepada domba, maka ia pasti bersaksi
Asma’ binti Abu Bakar berkata, “Selama itu kami tidak tahu, ke mana Rasulullah pergi. Tetapi, ketika suara jin itu terdengar dari daerah rendah kota Makkah dan mengucapkan bait-bait puisinya tadi, sementara orang-orang Quraisy terus mengikutinya dan mendengar kata-katanya tetapi tidak melihat orangnya sampai suara itu keluar dari daerah tinggi kota Makkah, maka kami mengetahui tujuan Rasulullah bahwa beliau menuju kota Madinah.”
Iman telah menyentuh lubuk hati Ummu Ma’bad sejak pertama kali mendengar dan melihat Rasulullah SAW. Buktinya, ketika beberapa pemuda Quraisy yang mengejar Rasulullah saw. menemuinya dan menanyakan perihal Rasulullah, Ummu Ma’bad mengkhawatirkan beliau sehingga tidak memberi jawaban yang benar. Ia berkata, “Kalian menanyakan sesuatu yang tidak pernah kudengar sejak setahun yang lalu.”
Ummu Ma’bad sangat takjub dengan berkah-berkah yang ia saksikan langsung dari Rasulullah, sehingga beberapa saat kemudian, ia dan suaminya menemui beliau dan berbaiat kepadanya untuk menjadi muslim yang baik.
Pada suatu hari, Ummu Ma’bad menghadiahkan seekor domba kepada Nabi SAW Tetapi sungguh mengejutkan, beliau malah menolaknya. Hal ini membuat Ummu Ma’bad tidak enak hati. Para sahabat berkata, “Rasulullah menolak hadiahmu karena beliau melihat susu domba itu sangat baik.”
Berdasarkan saran ini, Ummu Ma’bad menghadiahkan lagi domba yang tidak memiliki susu, dan ternyata Rasulullah saw. menerimanya. Ummu Ma’bad selalu ingin menyenangkan Rasulullah saw.
Ummu Ma’bad ra. melewati masa-masa hidupnya di bawah naungan iman dengan giat melaksanakan shalat, puasa dan ibadah kepada Allah “Azza wa Jalla. Hal ini membuat hatinya sangat senang dan bahagia. Ia hidup di dalam surga dunia yang tentunya akan membuahkan kehidupan baru di dalam surga akhirat kelak.
Ummu Ma'bad sangat senang jika mendengar berita tentang kemenangan kaum muslimin dalam perang melawan musuh-musuhnya dan sangat sedih jika yang terjadi adalah sebaliknya. Hati Ummu Ma’bad selalu terpaut dengan Islam dan kaum muslimin hingga ia menerima kabar duka yang sangat menyedihkan, yakni berita wafatnya Rasulullah. Kesedihan Ummu Ma’bad tidak terperi hingga hatinya nyaris hancur. Ia selalu teringat dengan pertemuan pertamanya dengan Rasulullah, yakni waktu beliau singgah di kemahnya dalam rangkaian perjalanan hijrah ke Madinah. Namun, Ummu Ma’bad tidak larut dalam kesedihannya, ia tahu bahwa sikap ridha adalah kunci segala kebaikan, sehingga ia sabar, ridha dan menyerahkan kesedihan atas kepergian Nabi SAW kepada Allah Ta'ala, agar meraih pahala orang-orang yang sabar.
Kaum Muslimin pernah mengalami masa paceklik sangat hebat yang dikenal dengan peristiwa ‘Aam Ramaadah. Ibnul Jauzi berkata, “Pada tahun itu, kaum muslimin ditimpa kekeringan, paceklik, dan kelaparan yang sangat hebat, sehingga binatang liar pun turun ke kampung-kampung. Angin bertiup kencang dan menerbangkan debu (ramaad), sehingga peristiwa itu dikenal dengan sebutan ‘aam ramaadah. Pada masa itu, orang yang menyembelih domba merasa tidak senang karena nyaris tidak ada daging yang dapat dimanfaatkan. Kondisi itu benar-benar menyulitkan.”
Meskipun kekeringan dan paceklik terjadi dimana-mana dan dialami oleh kaum muslimin, tetapi lain halnya dengan domba Ummu Ma’bad ra. yang susunya pernah diusap oleh Rasulullah SAW. Domba itu perna menerima berkah Rasulullah SAW, sehingga tetap mengeluarkan susu dengan deras dari pagi hingga sore.
ummu ma’bad ra. menceritakan, “Kami tetap memerah susu domba itu di pagi dan sore hari, padahal saat itu hampir tidak ada lagi domba yang masih mengeluarkan susu. Semua itu karena berkah Rasulullah SAW.” *
(source: 35 Sirah Shahabiyah [Jilid 2], MAHMUD AL-MISHRI, AL-I’TISHOM, 2006)
*****
FAKTA ILMIAH :
Domba dipahami sebagai hewan mamalia yang termasuk kambing dan kerabat genus Ovis lain. Domba adalah hewan berkaki empat, dengan karakteristik berkuku, dengan kecenderungan untuk memamah biak dan yang biasanya menjadi objek ternak. Domba biasanya terkait dengan: “ternak yang memiliki wol”.
Ciri-ciri dari Domba
> Domba adalah kelompok mamalia berkaki empat yang biasanya untuk keperluan rumah tangga.
> Mereka adalah salah satu hewan peliharaan tertua yang dicari untuk kulit, wol, daging dan susu mereka.
> Ternak mereka adalah salah satu yang paling aktif di dunia. Dalam statistik baru-baru ini, diperkirakan ada sekitar 1,2 miliar makhluk jenis ini di dunia. China dan Australia adalah produsen utama.
> Mereka adalah hewan, sebagaimana dikatakan, berkuku empat berkaki empat. Ini berarti domba berjalan dilakukan dengan dukungan ujung jarinya. Ini biasanya dilapisi dengan kuku yang padat.
> Tubuhnya biasanya ditutupi dengan bulu tebal, keriting dan sangat lembut. Ini yang disebut wol. Seseorang dapat mengatakan bahwa inilah, dan bukan yang lain, ciri yang paling membedakan domba dari hewan lain.
Asal
Kita tahu bahwa kata domba sebenarnya sesuatu yang mengacu pada “genus ovis”. Semua ini menemukan bagian dari kata ovis, yang biasanya digunakan secara historis untuk merujuk pada semua domba dan spesies terkait lainnya.
Jenis domba
Jenis-jenis domba dibedakan berkat utilitas yang dapat dicapai melalui pembiakan mereka. Di antara jenis domba yang dikenal saat ini, adalah:
a. Domba pedaging.
Mereka dibedakan sebagai ternak terbesar dan terberat, sehingga menghasilkan jumlah daging terbesar. Di antara ini kita memiliki Suffolk sheep, Hampshire Down, Finnsheep dan Texel.
b. Trah wol.
Mereka memiliki produksi wol yang baik, mencapai antara 5 hingga 8 kilogram. Kita memiliki domba Australia dan Early Merino di sini sebagai contoh.
c. Trah Susu.
Mereka adalah domba dengan produksi susu tertinggi. Mereka sangat diminati di Asia dan Eropa. Di antaranya adalah Domba Assaf, Awassi, Friesian Timur, dan beberapa di antaranya.
Habitat
Meskipun umum untuk menemukan domba peliharaan di lingkungan yang sama (peternakan, kandang, dll.), yang ditemukan di alam liar dapat ditemukan di hampir semua lingkungan. Ini menyiratkan bahwa kita menemukannya di gurun, pegunungan, dan daerah yang sangat dingin. Mereka dapat ditemukan terutama di Selandia Baru, Afrika Selatan, AS, dll.
Makan domba
Mereka adalah hewan herbivora. Makanan domba biasanya didasarkan pada rumput pendek dan semua tumbuhan dan tumbuhan yang mereka temukan dalam jangkauan mereka. Karena mereka adalah ruminansia, sama seperti sapi, diharapkan mereka menghadirkan sistem pencernaan yang kompleks yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Ternak
Diketahui bahwa peternakan domba adalah praktik yang sangat tua, dan tujuannya selalu eksploitasi kulit, wol, daging, dan susu yang diproduksi oleh domba. Mereka dibesarkan dalam kandang di ternak, diberi makan rumput dan sayuran lain yang menawarkan nutrisi yang diperlukan untuk bertahan hidup. Dengan produk-produk ini (susu, daging dan wol), turunan seperti daging domba, susu domba dan wol yang diperlukan untuk pembuatan berbagai tekstil diperoleh. Negara-negara dengan produksi tertinggi dari turunan ini adalah Cina dan Selandia Baru.
Penyakit
Di antara penyakit yang mungkin membahayakan kesehatan domba, kita memiliki daftar berikut:
> Timpani.
> Toksemia kehamilan.
> Hipokalsemia.
> Brucellosis Ovine.
> Hepatitis Nekrotik Menular.
> Salmonellosis.
> Ovine Epidimitis.
> Brucellosis pada Domba.
Manfaat
Pentingnya domba dalam kehidupan manusia sangat berharga. Kehadiran domba selalu ada dalam kehidupan manusia, dan bahkan perwakilannya dapat dilihat dalam banyak budaya populer. Kehidupan pastoral selalu diwakili, setidaknya di Barat, di hadapan domba. Dengan cara yang sama, agama-agama Ibrahim memanfaatkan hewan-hewan ini untuk mewakili banyak gagasan mereka seperti “hewan kurban”. Pentingnya, oleh karena itu, di luar produk yang disediakan oleh asuhan dan eksploitasi. Mereka adalah elemen budaya yang penting, atau setidaknya dalam budaya timur dan barat.
Contoh domba
Di antara trah domba yang paling terkenal, kita memiliki yang berikut:
> Domba Garut
> Dorset Horn.
> Southdown.
> Dorper.
> Leicester Inggris
> Hampshire.
> Rambouillet.
> Romney.
> Shropshire.
> Domba Katahdin.
> Domba Soay.
> Domba hitam berwajah Skotlandia.
> Domba Navajo-Churro.
> Shetland.
> Domba Hitam Pegunungan Welsh.
> Domba Hutan Clun.
> Domba Saint Croix.
> Domba Romanov.
> Boreray.
*****
DIALOG IMAN :